Membalas Budi


Dear all,

Kenapa ya ada kata “membalas budi”.?dimana-mana seperti itu, caranyapula beragam. dari yang mulai level kecil yaitu membawakan buah-buahan setiap berkunjung kerumahnya, sampai menikahkan putrinya untuk membalas budi. kenapa coba?

aku juga gak tahu, dan sekarang aku juga lagi pusink mikirin kata itu. di dunia ini ada yan ternyata orang yang sebaik professorku, ketika aku baru nyampe taiwan aku kebingungan nyari professor. aku email satu orang prof. Y. C. Lee, orangnya baik banget ramah kayak papaku cuma papaku orangnya sibuk sendiri. setelah 30 menit ngobrol beliau trima aku jadi mahasiswa bimbingannya. aku senang dn terharu ternyata ada juga yang mau trima aku orang bodoh ini.

Pertanyaan-pertanyaan setelah menerimaku jadi mahasiswa bimbingannya adalah

1. kamu bawa uang berapa kesini?

tapi karena aku nervous jadinya aku jawab 3000(aku kira habis berapa selama disini). orangnya nanggapi ekspresif

“oh, no…this i crazy, go to taiwan only with 3000 dolars with you”.

aku diem aja. takut.

2.berapa teman kamu disini?.

nah karena hari pertama ke taiwan hanya ketemu sama beberapa orang ya aku jawab sekenanya 10 orang.

3. apa yang sudah kamu beli selama disini?

ya jujur aku jawab tak satupun aku beli. 2hari makan dibayari, kasur di beri, bantal, selimut.

mungkin beliau iba. terus mendekat dan keluarin dompetnya, aku kira mau dikasih kertu nama. eh malah uang, $12.000. katanya buat 4 bulan. sudah sana pergi beli kebutuhan kamu sekarang.

besoknya aku menghadap lagi karena beliau tanya nomer Hpku. dan dimintanya presentasi pertama saat group meeting selanjutnya.

lagi-lagi aku jawab jujur. aku jawab gak punya. ada tapi nomer indonesia jadi tidak bisa dihubungi, eh malah diajak keluar yuk kita makan, sama sekretarisnya. setelah makan muter-muter lalu turun ke toko HP dan di berinya satu HP yang lumayan buat aku.

sebelum pulang beliau tanya kamu naik apa kekampus. jalan..prof… ni ada kunci sepeda ambil dan bawa buat kamu.

kuliah berakhir semester pertama, beliau sudah bertanya sama aku apakah aku pulang summer holiday. lagi-lagi jujur saya ndak pulang karena mahal, saya tidak punya uang.

prof. nya menjawab OK yang uang yang kemaren aku tambah dan gajimu $6000 per bulan + $4000 dari sekolah. cukup kan? kita adakan kelah saat summer holiday. 4 jam sehari dan selama 2bulan + eksperiment kamu mulai. Tenang relax saja saya hanya bantu kamu lulus cepat. tapi kalau kamu berat juga kita reduksi jamnya. Pikirku mana ada kursus gratis dari prof. manapun didunia. baik banget makanya aku berusaha tidak membuatnya kecewa. aku bilang saya siap prof. dengan senang hati.

Kembali ke topik.

dari banyak hal diatas aku berfikir bagaimana cara balas budi ya ke beliau?

bagaimana ya caranya agar beliau bisa bangga dengan aku?

merasa usahanya gak sia-sia?

bagaimana ya kalau nilai aku jelek dan akhirnya aku mengecewakan beliau?

dalam cerita sebelumnya(tentang akhir semester pertama) tahu sendiri bagai mana akhirnya , tahu gak gara-gara kata “Balas Budi” badanku panas, tekanan darah naik, pusink. mikirin kalau-kalau aku tidak bisa balas budi dan malah mengecewakan beliau..

hari ini aku sadar kalau membalas budi itu wajib, cuma kalaupun sekarang aku tidak bisa membalas budi aku akan mengenang semuanya dan suatu saat nanti aku akan kembali untuk mebayar budi baiknya yang sangat besar, tanpa beliau aku sudah pulang, tanpa beliau aku gak bisa apa-apa di kampus dan di lab.

Hikmah: sampai saat ini dalam hatiku tidak pernah mengharapkan imbal balik dari siapapun, kalau terucap berarti itu hanya gurauan. karena Hendaknya engkau menolong sesamamu yang menderita tanpa menharapkan imbalan di kemudian hari namun ingatlah akan kebaikan yang telah kamu terima dari orang lain. ya kalau kita bisa ikhlas kita akan hidup tentram, disaat kita susah pun akan ada yang menolong walaupun bukan orang yang pernah kamu tolong itu.

Advertisements
  1. masih ada kok, aku akan buka kalau sukses, sekarang blm, makanya aku privat. wah anak-anak itu bacanya penuh perasaan makanya dalam, padahal ratingnya 1 bintang aja…hehehe…

    maaf ya pengunjung blog ku banyak gara2 lupa matiin postingan untuk di publish ke FB..

    saya kan anak Tuhan, jadi saya gak bakalan macam-macam…hehehe…makasih ya jun

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: