Memimpin demi melanjutkan apa yang sudah dibangun teman-teman sebelumnya.


Dear All,

 

wah, memimpin adalah impian bagi semua orang entah itu organisasi maupun di perusahaan. Apalagi sebagai orang yang belajar diluar negeri sangatlah prestisius jabatan di Perhimpunan Pelajar Indonesia (Kedengaran INTELEK). cuma di dalam kasusku ini organisasi yang aku pimpin relative masih baru, kira2 berjalan 2 tahun(setelah resmi berdiri), 4 tahun jika dihitung dari awal merintisnya.

Bukannya aku mau mengoreksi para pemimpin sebelumnya ya, tetapi aku ingin menjelaskan latar belakang kenapa aku memimpin ****(seperti judul).

 

President Pertama:

Orangnya Pintar, Dari lulusan Universitas Teknik Terbaik di negeriku.

tipe pemerintahannya adalah kerjakan apa yang anggota sukai. walaupun acara hanya kumpul2 biasa tapi semuanya senang, anggota senang, pengurus juga tidak berat.

Karena pemimpinnya sangatlah disegani maka pengurus dibawahnya akan melakukan semua instruksinya dengan baik dan senang hati.

 

(Tipe kepengurusan idaman santai tapi organisasi jalan dan tentunya ada capaiannya)

hal yang berhasil dicapai adalah terbentuknya AD/ART dan pendaftaran organisasi kami sebagai unit resmi.

 

Presiden Ke II

Karena organisasi ini sangat baru saat itu dan Indonesia sedang berada dimasa jayanya, dengan populasi terbesar di universitas kami maka pemilu kali ini sangat lah ketat, 2 orang dari universitas kami, 1 orang dari universitas swasta di kota kami berdiri(Organisasi kami adalah himpunan pelajar se kota ******).

intinya saat itu ketiganya sama-sama bersaing ketat, karena 1 smester di sini mereka sudah menunjukkan kontribusinya sebagai orang yang layak memimpin disini.

Keluarlah Presidennya terpilih dan kompeten dengan hasil.

38 suara untuk presiden terpilih di promotori oleh orang yang sangat dekat dengan dia saat itu namun sangat dekat denganku setelah aku bergabung.(Terkenal sebagai promotor handal gaul dan banyak yang segan padanya karena kecerdasannya, dosen universitas swasta terkenal, namun beliau rendah hati mau bergaul sama mahasiswa yang gembel kayak saya tidak seperti kebanyakan orang kalau sudah dosen sombong padahal disini status kita sama-sama mahasiswa)

aku jujur memilih presiden ini karena satu-satunya yang aku jumpai saat itu. sebelum kampanye. yang lain belum kenal.

 

Kandidat dengan suara terbanyak ke -2

kandidat ini tak kalah hebatnnya karena di promotori oleh mantan presiden pertama kami, tentunya kalau berani mencalonkan dia otomatis kandidat ini bukan main hebatnya.

dia mendapatkan 28 suara.

maklum kalah karena promotornya kurang aktif dalam menjaring suara anggota.

 

Kandidat terakhir

kompeten, aktif namun karena lokasi base kami dengan universitasnya lumayan jauh, mungkin ini yang mendasari pemilihnya tidak sebanyak yang lain.

dia mendapatkan 21 suara.

 

—————————————————————————————————-

Gimana Ketat kan?? karena jabatan ini prestisius.

 

singkat kata presiden terpilih yang juga dari universitas terbaik, dia sangatlah disegani, sehingga kami anggota kepengurusannya(gaya rek aku baru masuk tapi sudah jadi pengurus) tidak pernah mendapat paksaan untuk bergabung di kepengurusan, malah banyak yang menawarkan diri.

 

wow, kehebatannya tidak berhenti disini, dia mendorong kami bersemangat sehingga tercetus keingginan untuk membuat program yang sanat besar untuk ukuran organisasi baru, dengan dana yang dibutuhkan lebih dari 60 ribu NT dollar(18 Juta rupiah). huft hebat kan!!

karena program ini baru dan kami sedang on-fire, semangat banget, akhirnya tidak ada kegiatan lain yang berarti karena semua fokus kegiatan besar ini. setelah kami semua sukses dalam acara ini. kepengurusan kami mengalami perpecahan internal(berawal saat sebelum kegiatan besar ini sih). tidak ada kegiatan pasca acara besar ini semua ingin pergantian pengurus.

 

(Wow kenapa bukannya kita sudah berhasil dengan kegiatan ini??? hanya beberapa orang yang tahu persis, saya juga mengetahuinya, namun sang pemimpin merasa puas dengan capaian  kepengurusannya sehingga dia maunya pergantian pengurus saja)

 

 

Presiden ke III

wow, jabatan prestisius kembali di tawarkan, apalagi karena kegiatan besar itu kita bisa semakin di kenal di kampus kami, diberi waktu 20 hari pendaftaran, calonpun sudah dijaring dalam acara bakar-bakar ayam (baca hidup tanpa semangat-kategori kasih). anehnya dihari terakhir calon yang tadinya bilang iya, semuanya menjadi tidak bersedia, semuanya tidak ada yang mendaftarkan dirinnya.

maka diundurlah 1 minggu. wow masih tidak ada yang mendaftar.

2 sang mantan presiden dan promotornya yang dekat sekali denganku sebenarnya ingin aku mendaftarkan diri semenjak awal dibukanya pendaftaran, cuman aku bilang ke mereka saat ini aku tidak dekat dengan anak baru, aku dan semua orang takut akan beban untuk menyelenggarakan program kerja sebesar ini, kita semua kebayang kuliah kita akan keteteran lagi(kenapa lagi karenan sebelumnya aku sudah ikut dalam kepanitiaan dan di posisi yang krusial, capek, diomelin sana sini, banyak lah macemnya). semua anak baru fokusnya kuliah santai gak mau ribet PPI-PPI-an dapat nilai bagus dan lulus.

 

namun demi nama Indonesia, aku mencalonkan diri, hanya ingin membantu PPI Tainan agar tidak bubar, karena masih baru sungguh memalukan kalau sampai bubar.

 

aku percaya niat baik, ditambah dengan kerja keras, ditambah dengan dukungan yang lain pasti akan bisa berjalan dengan baik pula.

 

terpilih 120 anggota, 76 memilih iya, 1 memilih tidak, sisanya tidak menggunakan hak suaranya.

(ternyata ada juga ya yang membenciku. hahaha, sok suci aku ini…)

klo ada saingannya akan lebih prestisius lagi.(tapi aku g butuh prestisius, aku butuh mencari calon presiden selanjutnya yang lebih kompeten dari pada aku).

 

dengan program kerja yang berorientasi pada semboyan “dari kita untuk kepuasan kita bersama” semua kegiatan yang berhubungan dengan hobbi orang banyak akan kami fasilitasi bias PPI bukan lagi organisasi yang kaku, yang harus ini itu, tapi kembali ke esensinya organisasi kumpul2 orang indonesia di luar penatnya kehidupan belajar kami. bukannya klo gabung PPi semakin penat, semakin padat. begitu.

 

Semoga jalan dibukakan sehingga bisa selesai hingga akhir kepemimpinannya. Amin

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: