Jangan mau dibohongi iblis!


Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.- Yohanes 8:36

 

Tau nggak gimana caranya menjinakkan burung kakak tua? Nggak terlalu sulit kok. Ikatkan sebuah rantai di kaki kakak tua lalu biarkan dia bertengger pada sebatang besi. Di bulan-bulan pertama dia akan berusaha untuk terbang. Tapi pasti aja nggak bakalan bisa, soalnya kan kakinya dirantai. Beberapa waktu berikutnya dia nggak akan lagi berusaha untuk terbang. Dia bener-bener udah putus asa karena terlalu sering gagal saat berusaha terbang. Nah, sesudah itu barulah rantainya boleh dilepas. Tapi anehnya, meski udah nggak ada lagi rantai di kakinya, si kakak tua tetep aja nggak akan mencoba untuk terbang kemana-mana. Dia bener-bener udah menganggap dirinya nggak bisa terbang lagi.

 

Iblis juga sering pake trik itu lho untuk menipu kita. Saking lamanya kita dibelenggu dosa, kita bisa tertipu mengira diri kita selamanya nggak akan pernah bisa berubah. Meski Tuhan Yesus udah melepaskan belenggu kita, kita masih bersikap seolah-olah masih terbelenggu. Kita nggak sadar bahwa hidup kita udah dimerdekakan dari ikatan dosa.

 

Kalo demikian caranya, sia-sia aja kita ditebus oleh Kristus. Kemenangan atas dosa nggak pernah kita rasakan. Betapa konyolnya bila kita membiarkan hal itu terjadi. Kita terus hidup jatuh bangun di dalam dosa. Kita seperti nggak berdaya menolak godaan dosa. Padahal sebenernya udah nggak ada lagi yang membelenggu kita. Kita bisa ‘terbang’ freely!

 

Jangan lagi mau diboongin ama si Iblis. Tipuannya udah terbongkar. Kamu nggak perlu lagi mengira dirimu terbelenggu. Saat kita bertobat dan lahir baru, Tuhan udah membebaskan kita dari belenggu dosa! Iblis nggak bisa mengikat kita lagi. Pakailah senjata Firman Tuhan kalo Iblis mencoba membisikkan tipuannya lagi dalam pikiranmu! Makanya tiap hari isilah hati dan pikiranmu dengan Firman Tuhan. Kalo ketemu godaan dosa, lawanlah dengan kekuatan Roh Kudus maka kamu pasti menang.

(Sumber : Renungan Spirit)

 

Filipi 2 : 1-3 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: